Sebenarnya cara ini banyak digunakan oleh blogger-bloger yang lain,namun kali ini pengen juga memposting sendiri di blog-Qu :D Caranya sangat sederhana dan contoh tampilannya ada pada Widget "LABELS" di blog ini. Pengen seperti itu juga? Ikuti langkah berikut:
1. Login ke Blog
2. Klick Tataletak
3. Pilih Edit HTML
4. Download Template Lengkap dulu munjaga kemungkinan ada yang salah dalam pengeditan
5. Lantas jangan lupa centang pada kotak Expand Template Widget lalu tunggu beberapa saat sampai selesai
6. Cari code kurang lebih seperti ini:
<b:widget id='label1' locked='false' title='Label' type='Label'>
sampai dengan code
<b:widget>
Caranya klik sembarang tempat pada kolom edit tersebut lalu tekan Ctrl+F
7. Setelah ketemu hapus code tadi ganti dengan code berikut ini:
<b:widget id='Label99' locked='false' title='LABELS' type='Label'>
<b:includable id='main'>
<b:if cond='data:title'>
<h2><data:title/></h2>
</b:if>
<div class='widget-content'>
<script src='http://halotemplates.s3.amazonaws.com/wp-cumulus-example/swfobject.js' type='text/javascript'/>
<div id='flashcontent'>Blogumulus by <a href='http://nikoindo.blogspot.com/'>Roy Tanck</a> and <a href='http://nikoindo.blogspot.com'>Amanda Fazani</a></div>
<script type='text/javascript'>
var so = new SWFObject("http://halotemplates.s3.amazonaws.com/wp-cumulus-example/tagcloud.swf", "tagcloud", "170", "170", "7", "#ffffff");
// uncomment next line to enable transparency
//so.addParam("wmode", "transparent");
so.addVariable("tcolor", "0x333333");
so.addVariable("mode", "tags");
so.addVariable("distr", "true");
so.addVariable("tspeed", "100");
so.addVariable("tagcloud", "<tags><b:loop values='data:labels' var='label'><a expr:href='data:label.url' style='12'><data:label.name/></a></b:loop></tags>");
so.addParam("allowScriptAccess", "always");
so.write("flashcontent");
</script>
<b:include name='quickedit'/>
</div>
</b:includable>
</b:widget>
8. Simpan Template
9. Selesai gampangkan... :D
Ini untuk:
* Lebar 170px
* Tinggi 170px
* Background Putih (#ffffff)
* Warna Teks Default Abu-abu (333333)
* Ukuran Font “12”
Kalo pingin merubah ya tinggal edit aja
Semoga bermanfaat
Diposting oleh
Varellin Pra Vtra
komentar (0)
Diposting oleh
Varellin Pra Vtra
komentar (0)
MELURUSKAN PANDANGAN TASSAWUF PHOBI
Peran sufisme pada jantung dunia Islam seringkali tidak dipahami dan tidak diakui oleh sebagian orang Islam sendiri. Bahkan tidak jarang muncul isu yang dilontarkan oleh sebagian orang yang melecehkan ajaran tassawuf, yang menuduhnya sebagai ajaran mistik (klenik), dan dianggapnya sebagai penyebab pengangguran, kemalasan, dan kejemuhan, serta dikatakannya merupakan tindakan pelarian dari kenyataan hidup.
Suara-suara minor semacam itu jelas tidak mempunyai landasan yang benar, lagi bisa menyesatkan. Bahkan tokoh-tokoh sufi seperti Amir Abdul Qadir Al Jazairy, Sayid Ahamad Syarif As Sanusy, disatu pihak mereka adalah guru tarikat, dipihak lain mereka berperan sebagai pejuang-pejuang bangsa.
Sungguh, sikap hidup kesufian amatlah kaya dengan nilai-nilai kejuangan, dan diperkaya dengan contoh-contoh keteladanan yang harum tentang keberanian, keikhlasan, dan keridhaan, serta greget perjuangan tokoh-tokoh sufinya. Misalnya, syaikh Abdul Qadir Al Jailani telah mampu terus menerus melakukan dakwah dan jihad selama lebih dari setengah abad di tengah lingkuangan kehidupan yang penuh dengan kemunafikan, kediktatoran dan ketidak adilan. Kehidupan penguasa waktu itu yang diwarnai dengan gaya hidup mewah dan bersenang-senang dikritik pedas dan terang-terangan oleh wali yang kaya dengan legenda ini
Bagaimana mungkin dikatakan bahwa tassawuf merupakan lambang kepasifan dan kemalasan, kalau disana banyak contoh kejuangan dan patriotisme para tokoh sufi dan pengikut-pengikutnya. Kalau kemudian di dalam organisasi tassawuf terdapat kasus-kasus kecil tentang penyimpangan oleh beberapa orang pengikut tarikat, maka hal itu jangan dijadikan alasan untuk menggeneralisir dan menafikan kebaikan-kebaikan kaum tassawuf. Dan kalau tetap saja banyak orang atau suatu golongan yang beranggapan tak ada keistimewaannya menerima ajaran tassawuf, sebab menurut mereka keimanan yang benar saja cukup, itu adalah kerena kejahilan dan kesombongan mereka semata.
Dalam konteks tassawuf Phobi ini khasanah kisah-kisah sufisme ada cerita : seorang pemuda yang begitu sengitnya mencemooh tokoh sufi Zun Nun Al Misri dan tarikatnya. Sesudah pemuda itu puas melampiaskan kebenciannya, Al Misri melepas cincin dari jarinya dan berkata "Bawalah cincin ini kepasar, gadaikanlah dengan harga satu dinar saja"
Pemuda itu hera, namun cincin itu diterimanya jua dan dibawa kepasar. Ia menawarakannya kepada para pedagang, dari penjual buah sampai penjual makanan. Tak seorangpun melirik apalagi tertarik. Lalu dengan wajah cemberut pemuda itu kembali kepada Al Misri, "Engkau membohongi saya, cincin ini tidak berharga."
Jawab Al Misri, "Jangan marah dulu, sekarang juallah cincin ini keahli permata. Tawarkan dengan seribu dinar."
Tentu saja pemuda itu menjadi gusar. Tetapi rasa ingin tahunya membuat ia menuruti perintah sang sufi. Dan sungguh mengherankan, ternyata para pedagang permata berebut untuk membeli permata itu. Pemuda itupun takjub, dan bergegas mendatangi Al Misri dan berkata, "Mereka bersaing untuk membelinya."
"Nah," kata Al Misri. Orang tidak akan mengetahui suatu benda berharga atau tidak jika ia belim mengenalnya. Bagaimana mungkin kamu berani mencaci pra sufi dan ilmu tassawuf, kalau kamu belum tahu isinya? Pelajari dulu baik-baik, baru tentukan pendapatmu. Itulah sikap orang bijak."
Dan dalam kitab lain dari khasanah tassawuf pernah dituturkan, bahwa salah seorang murid dari sufi yang sangat terkenal, Muhyiddin Ibnu Arabi suatu hari datang menghadapnya dan berkata, "Banyak manusia telah mengingkari kita, guru, dan mereka menuntut bukti atas kebenaran ilmu-ilmu kita. "Jawab Ibnu arabi, "Sekiranya orang menuntut pembuktian atas kebenaran ilmu rahasia Ilahi, katakan padanya: apa bukti atas manisnya madu? Pasti dia akan menjawab, bahwa bukti pengetahuan atas manisnya madu hanya dapat diperoleh dengan merasakannya sendiri. Maka, katakanlah, begitu pun dengan ilmu ini."
Oleh karena itu, sikap yang bijak ialah kita tidak perlu saling menyalahka. Bagi mereka yang dikaruniai Allah kemampuan mengurus kemaslahatan umat dalam masalah keduniaan tidak usah menyalahkan seorang yang intesitas amaliahnya lebih menekuni ubudiyah kepada Allah dan membimbing umat untuk menjalani tarikat. Begitu pula, mereka yang mementingkan hanya urusannya dengan Allah dan berlaku zuhud, tidak perlu menjelek-jelekkan orang yang sibuk mengurusi kepentingan umat, yang tentu banyak menyita perhatian kepada urusan dunia.
"Percik Percik Kesufian"
Wallahu A`alam
Lanjut membaca “TASSAWUF PHOBI” »»
Suara-suara minor semacam itu jelas tidak mempunyai landasan yang benar, lagi bisa menyesatkan. Bahkan tokoh-tokoh sufi seperti Amir Abdul Qadir Al Jazairy, Sayid Ahamad Syarif As Sanusy, disatu pihak mereka adalah guru tarikat, dipihak lain mereka berperan sebagai pejuang-pejuang bangsa.
Sungguh, sikap hidup kesufian amatlah kaya dengan nilai-nilai kejuangan, dan diperkaya dengan contoh-contoh keteladanan yang harum tentang keberanian, keikhlasan, dan keridhaan, serta greget perjuangan tokoh-tokoh sufinya. Misalnya, syaikh Abdul Qadir Al Jailani telah mampu terus menerus melakukan dakwah dan jihad selama lebih dari setengah abad di tengah lingkuangan kehidupan yang penuh dengan kemunafikan, kediktatoran dan ketidak adilan. Kehidupan penguasa waktu itu yang diwarnai dengan gaya hidup mewah dan bersenang-senang dikritik pedas dan terang-terangan oleh wali yang kaya dengan legenda ini
Bagaimana mungkin dikatakan bahwa tassawuf merupakan lambang kepasifan dan kemalasan, kalau disana banyak contoh kejuangan dan patriotisme para tokoh sufi dan pengikut-pengikutnya. Kalau kemudian di dalam organisasi tassawuf terdapat kasus-kasus kecil tentang penyimpangan oleh beberapa orang pengikut tarikat, maka hal itu jangan dijadikan alasan untuk menggeneralisir dan menafikan kebaikan-kebaikan kaum tassawuf. Dan kalau tetap saja banyak orang atau suatu golongan yang beranggapan tak ada keistimewaannya menerima ajaran tassawuf, sebab menurut mereka keimanan yang benar saja cukup, itu adalah kerena kejahilan dan kesombongan mereka semata.
Dalam konteks tassawuf Phobi ini khasanah kisah-kisah sufisme ada cerita : seorang pemuda yang begitu sengitnya mencemooh tokoh sufi Zun Nun Al Misri dan tarikatnya. Sesudah pemuda itu puas melampiaskan kebenciannya, Al Misri melepas cincin dari jarinya dan berkata "Bawalah cincin ini kepasar, gadaikanlah dengan harga satu dinar saja"
Pemuda itu hera, namun cincin itu diterimanya jua dan dibawa kepasar. Ia menawarakannya kepada para pedagang, dari penjual buah sampai penjual makanan. Tak seorangpun melirik apalagi tertarik. Lalu dengan wajah cemberut pemuda itu kembali kepada Al Misri, "Engkau membohongi saya, cincin ini tidak berharga."
Jawab Al Misri, "Jangan marah dulu, sekarang juallah cincin ini keahli permata. Tawarkan dengan seribu dinar."
Tentu saja pemuda itu menjadi gusar. Tetapi rasa ingin tahunya membuat ia menuruti perintah sang sufi. Dan sungguh mengherankan, ternyata para pedagang permata berebut untuk membeli permata itu. Pemuda itupun takjub, dan bergegas mendatangi Al Misri dan berkata, "Mereka bersaing untuk membelinya."
"Nah," kata Al Misri. Orang tidak akan mengetahui suatu benda berharga atau tidak jika ia belim mengenalnya. Bagaimana mungkin kamu berani mencaci pra sufi dan ilmu tassawuf, kalau kamu belum tahu isinya? Pelajari dulu baik-baik, baru tentukan pendapatmu. Itulah sikap orang bijak."
Dan dalam kitab lain dari khasanah tassawuf pernah dituturkan, bahwa salah seorang murid dari sufi yang sangat terkenal, Muhyiddin Ibnu Arabi suatu hari datang menghadapnya dan berkata, "Banyak manusia telah mengingkari kita, guru, dan mereka menuntut bukti atas kebenaran ilmu-ilmu kita. "Jawab Ibnu arabi, "Sekiranya orang menuntut pembuktian atas kebenaran ilmu rahasia Ilahi, katakan padanya: apa bukti atas manisnya madu? Pasti dia akan menjawab, bahwa bukti pengetahuan atas manisnya madu hanya dapat diperoleh dengan merasakannya sendiri. Maka, katakanlah, begitu pun dengan ilmu ini."
Oleh karena itu, sikap yang bijak ialah kita tidak perlu saling menyalahka. Bagi mereka yang dikaruniai Allah kemampuan mengurus kemaslahatan umat dalam masalah keduniaan tidak usah menyalahkan seorang yang intesitas amaliahnya lebih menekuni ubudiyah kepada Allah dan membimbing umat untuk menjalani tarikat. Begitu pula, mereka yang mementingkan hanya urusannya dengan Allah dan berlaku zuhud, tidak perlu menjelek-jelekkan orang yang sibuk mengurusi kepentingan umat, yang tentu banyak menyita perhatian kepada urusan dunia.
"Percik Percik Kesufian"
Wallahu A`alam
Diposting oleh
Varellin Pra Vtra
komentar (0)
Cinta Tak Mengenal Waktu
Cinta-Mu yang tak mengharap balas dari hamba-hamba-Mu, namun Engkau tetap menebar cinta kepada semua makhluk di jagad raya ini. Sungguh keagungan yang tidak dimiliki oleh siapa pun, sedang aku terlena akan cinta manusia yang mengharap imbal balik dan syarat akan kepemilikan dan penuh dengan permintaan.
Cinta sesama makhluk hanyalah menambah beban di hatiku karena mereka selalu ada tuntutan akan itu. Sungguh perbedaan yang jauh antara kami dengan-Mu, Cinta-Mu tidak ada batas, tak perduli makhluk apa itu, namun Engkau tetap mencintainya dengan memberi kesempatan dia hidup. Engkau beri ia rasa, Engkau beri ia pancaindra, oh Tuhan…. Sungguh Mulia Nama-Mu. Walau hamba itu tak bersyukur sekalipun atas pemberian-Mu namun Engkau tetap Menggaungkan Kebesaran-Mu. Kucintai Engkau lantaran aku cinta, Dan lantaran patut untuk dicintai. Cintakulah yang membuat aku rindu kepada-Mu, Demi cinta suci ini, sibakkanlah Tabir penutup tatapan sembahku. Janganlah Kau puji aku lantaran itu. Bagi-Mulah segala puja dan puji. Ya Rob, bila aku mencintaimu lantaran mengharapkan masuk surga-Mu, maka jauhkanlah surga itu dariku. Dan bila aku mencintaimu lantaran takut akan neraka-Mu, maka bakarlah aku dalam neraka jahanam itu. Namun jika aku mencintai-Mu lantaran hanya atas nama cinta, maka janganlah Engkau tutup tabir Keindahan Dzat Abadi-mu.
Wallahu A`alam
Lanjut membaca “CINTA BERSEMI” »»
Cinta sesama makhluk hanyalah menambah beban di hatiku karena mereka selalu ada tuntutan akan itu. Sungguh perbedaan yang jauh antara kami dengan-Mu, Cinta-Mu tidak ada batas, tak perduli makhluk apa itu, namun Engkau tetap mencintainya dengan memberi kesempatan dia hidup. Engkau beri ia rasa, Engkau beri ia pancaindra, oh Tuhan…. Sungguh Mulia Nama-Mu. Walau hamba itu tak bersyukur sekalipun atas pemberian-Mu namun Engkau tetap Menggaungkan Kebesaran-Mu. Kucintai Engkau lantaran aku cinta, Dan lantaran patut untuk dicintai. Cintakulah yang membuat aku rindu kepada-Mu, Demi cinta suci ini, sibakkanlah Tabir penutup tatapan sembahku. Janganlah Kau puji aku lantaran itu. Bagi-Mulah segala puja dan puji. Ya Rob, bila aku mencintaimu lantaran mengharapkan masuk surga-Mu, maka jauhkanlah surga itu dariku. Dan bila aku mencintaimu lantaran takut akan neraka-Mu, maka bakarlah aku dalam neraka jahanam itu. Namun jika aku mencintai-Mu lantaran hanya atas nama cinta, maka janganlah Engkau tutup tabir Keindahan Dzat Abadi-mu.
Wallahu A`alam
Diposting oleh
Varellin Pra Vtra
komentar (0)
Secuil tentang asal-usulku.
Aku datang dari dunia lain, dan hendak pergi kedunia lain.
Di dunia ini aku hanya untuk memanfaatkan yakni dengan bekerja dan
beramal demi hidup abadi di akhirat.
Dan aku tidak memiliki umur, suatu permulaan tidak di batasi oleh waktu.
Dulu aku adalah Nur.

Tidak ada kerajaan dan tidak ada falak, aku hidup di alam azali.
Aku merindukan alam rohani yang di selubungi oleh Nur.
Kini, diriku telah menjadi jasad di alam dunia yang rendah ini.
Bayangan eksistensiku telah menghalangi Rohku dan
menghambatnya untuk menyaksikan rahasia-rahasia di sisi Allah.
Bagaimana mungkin aku bisa sabar dengan wujud duplikat ini! Engkau wahai jasad,
alangkah jauhmu dari dekat kepada-Nya.
Biarkan Rohku berlari menuju Allah,
karena sesungguhnya aku sangat merindukan berhubungan dengan Yang Maha Esa.
Aku merindukan kepulangan ke asalku dulu, ke arah kemutlakan dan rahasia global.
Wallahu A`alam
Lanjut membaca “SECUIL ASAL USULKU” »»
Aku datang dari dunia lain, dan hendak pergi kedunia lain.
Di dunia ini aku hanya untuk memanfaatkan yakni dengan bekerja dan
beramal demi hidup abadi di akhirat.
Dan aku tidak memiliki umur, suatu permulaan tidak di batasi oleh waktu.
Dulu aku adalah Nur.

Tidak ada kerajaan dan tidak ada falak, aku hidup di alam azali.
Aku merindukan alam rohani yang di selubungi oleh Nur.
Kini, diriku telah menjadi jasad di alam dunia yang rendah ini.
Bayangan eksistensiku telah menghalangi Rohku dan
menghambatnya untuk menyaksikan rahasia-rahasia di sisi Allah.
Bagaimana mungkin aku bisa sabar dengan wujud duplikat ini! Engkau wahai jasad,
alangkah jauhmu dari dekat kepada-Nya.
Biarkan Rohku berlari menuju Allah,
karena sesungguhnya aku sangat merindukan berhubungan dengan Yang Maha Esa.
Aku merindukan kepulangan ke asalku dulu, ke arah kemutlakan dan rahasia global.
Wallahu A`alam
Diposting oleh
Varellin Pra Vtra
komentar (0)
Mengatasi akill dalnet caranya sbb:
1. Download file java dan toonel nya di sini Kemudian extrax
2. Instal Java (jre-6u12-windows-i586-p)
3. Setelah Java Terinstal, double click pada Toonel.jar sehingga muncul file baru dengan nama Toonel setting configurasi.